Skip to content

Potensi Unggulan Desa Pagerageung

April 10, 2010

Pesantren Suryalaya : Pondok Pesantren Suryalaya di Desa Tanjungkerta (jarak ke Kecamatan Pagerageung ± 6 km) didirikan pada tanggal 5 September 1905 / 7 Rajab 1323 H oleh Almarhum Syekh Haji Abdullah Mubarok bin Nurmuhammad (1836 – 1956). Setelah beliau wafat pengelolaan pesantren dilanjutkan oleh KH. A. Shohibulwafa Tadjul Arifin (Abah Anom). Sistem pendidikan di pesantren ini pada umumnya sama dengan pesantren yang lain, kelebihannya mempunyai panti rehabilitasi INABAH (penyembuhan remaja korban narkoba). Saat ini pondok pesantren Suryalaya mempunyai 24 pondok remaja INABAH di seluruh wilayah Indonesia, 2 diantaranya berada di Malaysia dan Singapura.

Dodol Niknok (Desa Pagerageung ): Bagi tamu yang datang ke Pagerageung kurang lengkap kalau tidak mencicipi dodol yang satu ini. Dodol ini terbuat dari beras ketan dan gula aren dibungkus dengan daun pisang kering. Karena bentuknya yang memanjang dan lembek, sebagian orang ada yang menyebut penganan ini dengan sebutan dodol geboy.

Gula Aren (Desa Nanggewer, Sukapada, dan Guranteng) : di tiga desa ini tumbuh subur kurang lebih 60 hektar pohon enau. Oleh masyarakat pohon enau tersebut dijadikan mata pencaharian sebagai bahan pembuat gula merah. Selain itu air niranya bisa diminum langsung sebagai pelepas dahaga. Selain diproduksi menjadi gula merah untuk keperluan pasar lokal, juga dibuat gula semut untuk keperluan ekspor.

Sapi Perah (Desa Guranteng, Pagerageung, Nanggewer, Cipacing, Pagersari dan Sukapada) : Pengelolaan sapi perah di Kecamatan Pagerageung dikeloia oleh KUD Mitrayasa. Total produksi KUD Mitrayasa per bulannya sebanyak 155.460 liter, 143.650 liter diantaranya dijual ke IPS (PT Ultra Jaya) Cimareme Bandung, dan sisanya dijual ke konsumen langsung dalam kondisi susu segar. Selain mengelola produksi susu sapi, KUD Mitrayasa juga mengelola unitunit usaha lain, diantaranya waserda (warung serba ada), jasa pertanian, koperasi simpan pinjam dll.

Teh (Desa Sukapada) : Karena daerahnya termasuk berhawa dingin, di Kampung Bunar Desa Sukapada ada kurang lebih 20 hektar perkebunan teh. Produksi teh per hari dari perkebunan ini sebanyak 500 kg.

Nilam (Desa Pagerageung, Pagersari, Sukapada, Nanggewer, Sukamaju, Guranteng dan Cipacing) : Mengembangkan perkebunan nilam sangat mudah, karena tanaman nilam bisa tumbuh dimana saja terutama di dataran rendah. Untuk memperbanyak bibit pohon nilam tinggal melakukan stek dari pohon induknya kemudian ditanam dengan jarak yang cukup. Selang beberapa minggu tanaman nilam baru siap berkembang. Dalam satu kali tanam pohon nilam bisa berproduksi antara 7 – 8 kali panen. Untuk panen perdana antara 6 – 8 bulan, setenisnya 2 bulan sekali sampai 8 kali masa panen dengan peningkatan panen selanjutnya antara 30 sampai 100%. Tanaman nilam relatif tahan pada hama penyakit dan wabah (biasanya beialang dan ulat putih) yang biasa menyerang tanaman lain dalam kurun waktu tertentu. Hama biasanya datang dari tanaman lain seperti rumput yang dibiarkan berkembang di sekitar tanaman nilam.

sumber: tasikmalayakab.go.id

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: